Seluruh Pimpinan dan Staff UPT Pendidikan Wilayah II, Kecamatan Ngambon, Tambakrejo, dan Ngasem, Mengucapkan Selamat Tahun Baru Islam 2018, 1 Muharram Tahun 1440 Hijriyah, dengan datangnya Tahun baru Islam kita songsong dengan saling memaafkan segala kesalahan selama satu tahun ke belakang. Mohon maaf
UPTD Ngambon :
Sebagai salah satu perwujudan kepedulian pemerintah, swasta dan komunitas masyarakat dalam meningkatkan kualitas pendidikan, hari ini, Minggu (28/10), telah diresmikan gerakan Indonesia Berkibar oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh, di Museum Arsip Nasional, Jakarta. Bertepatan dengan peringatan hari sumpah pemuda, gerakan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

“Pemerintah memberikan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gerakan Indonesia Berkibar, karena telah membantu pemerintah dalam memajukan pendidikan kita,” kata Mendikbud dalam sambutannya. Semakin banyak pihak yang terlibat untuk berkontribusi, lanjut Menteri Nuh, semakin besar pula harapan menuju Indonesia yang lebih baik.

Gerakan Indonesia Berkibar (GIB) memiliki empat program, yaitu, program peningkatan profesionalisme guru, program kepemimpinan pendidikan dan manajemen sekolah, program tata kelola sekolah, dan program lanjutan. Sebagai wadah yang mengusung kemitraan pemerintah dan swasta, GIB mempertemukan para mitra seperti korporasi swasta, BUMN, media dan komunitas untuk berkontribusi.

Ketua umum GIB, Shafiq Pontoh, mengatakan, GIB telah mendapat dukungan dari tujuh pemerintah daerah, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Diharapkan dukungan dari provinsi lainnya segera didapatkan setelah peresmian ini. Dan untuk mitra, setidaknya ada 34 institusi yang telah bergabung untuk mengalokasikan dana tanggung jawab sosial (CSR) nya dalam gerakan ini.

Peresmian GIB oleh Mendikbud ditandai dengan penandatanganan prasasti, yang didampingi oleh Wakil Menteri Agama Nassaruddin Umar, dan Ketua GIB Shafiq Pontoh. Peresmian ini dihadiri pula oleh Komite Gerakan Indonesia Berkibar, Duta Besar Austria untuk Indonesia Andreas Karabaczek, dan sejumlah tokoh komunitas dan seniman pendukung GIB. (AR)

Sumber : http://lpmpjatim.org/?mm=1&sm=1&rec=514
Yth. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
di Seluruh Indonesia
Dengan hormat kami beritahukan bahwa  salah satu program Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (Direktorat P2TK Dikmen), Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah adalah menyalurkan dana tunjangan bagi pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan menengah. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu kami sampaikan kepada Saudara hal-hal sebagai berikut :
1.  Tunjangan Profesi adalah tunjangan yang diperuntukkan bagi guru PNS, guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dan Guru Bukan PNS yang diangkat oleh pemerintah daerah atau yayasan/masyarakat penyelenggara pendidikan baik yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta; dan sudah memiliki sertifikat pendidik.
2. Subsidi Tunjangan Fungsional adalah tunjangan yang diperuntukkan bagi Guru Bukan PNS pada satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau masyarakat; dan belum mempunyai sertifikat pendidik.
3.  Tunjangan khusus adalah tunjangan yang diperuntukkan bagi guru PNS dan Bukan PNS yang bertugas di daerah khusus yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau masyarakat; baik yang sudah memiliki sertifikat pendidik maupun yang belum mempunyai sertifikat pendidik.
Untuk mewujudkan pelaksanaan penyaluran dana tunjangan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan menengah pada tahun 2013 supaya tepat waktu, tepat sasaran dan tepat guna, maka diperlukan data penerima tunjangan yang akurat.
Sehubungan dengan hal tersebut, sambil menunggu permendikbud, Permenkeu/PMK dan Petunjuk Teknis tentang Penyaluran Tunjangan Guru maka mohon Saudara dapat menugaskan staf bagian ketenagaan untuk dapat melakukan pendataan semua guru dan pengawas pada jenjang pendidikan menengah di wilayah kabupaten/kota Saudara dengan melakukan  :
1.   Perekaman data dengan menggunakan formulir yang telah disiapkan oleh Direktorat P2TK Dikmen. Formulir tersebut akan dikirim ke dinas pendidikan kabupaten/kota dan dapat juga diunduh di http://p2tkdikmen.kemdikbud.go.id atau https://sites.google.com/site/ptkdikmen
2. Formulir yang sudah diisi kemudian disimpan dengan nama “NUPTK” masing-masing guru dan disampaikan dalam bentuk softcopy (compact disc) per sekolah/instansi ke Direktorat P2TK Dikmen atau dikirim melalui email tunjangan.ptkdikmen@gmail.com.
3.  Formulir paling lambat diterima pada tanggal 31 Oktober 2012 sebagai bahan persiapan verifikasi dan validasi data guru penerima tunjangan oleh kabupaten/kota.
4.  Setelah mengirimkan data baik berupa cd atau dikirim lewat email, kemudian masing-masing guru memberitahukan ke Direktorat P2TK Dikmen melalui sms dengan format REG [spasi] NUPTK (contoh : REG 1234123412341234) kirim ke 08388 10 1000.
Apabila Saudara memerlukan keterangan lebih lanjut, dapat mengubungi melalui telp kantor di nomor 021 57974112 dan 021 57974108.
Demikian atas perhatian serta kerjasamanya, kami sampaikan terimakasih.

Direktur Pembinaan PTK Dikmen

Surya Dharma, MPA, Ph.D                                                                                    
NIP. 19530927 197903 1 001

Sumber :

https://sites.google.com/site/ptkdikmen/home


DOWNLOAD FILE PENDATAAN BERUPA FORM EXCEL DAN PETUNJUKNYA DI BAWAH INI : 

UPTD Ngambon :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan Uji Kompetensi Guru (UKG) Online Tahap 2 yang berlangsung secara bertahap mulai tanggal 2 Oktober tahun 2012. Daftar nama peserta UKG Online yang terdiri dari guru TK, SD, SLB, SMP, SMA dan SMK yang bersertifikat pendidik, termasuk guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas beserta Tempat Uji Kompetensi (TUK) dapat dilihat pada halaman lain di website ukg.kemdikbud. Guru yang menjadi Peserta UKG Online akan mendapatkan undangan resmi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota terkait tanggal serta tempat pelaksanaan UKG Online.

JADWAL UKG GELOMBANG 2 KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2012
KLIK DI BAWAH INI :
UPTD Ngambon :

Berpijak adanya kesadaran dan keinginan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) maka peranan pendidikan khususnya di Sekolah Dasar perlu diperkuat dan didukung oleh adanya tenaga yang berkualitas yaitu :
-         Guru yang berkemampuan profesional dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.
-         Kepala Sekolah yang berkemampuan profesional dalam mengelola manajemen sekolah.
-         Pengawas yang berkemampuan profesional dalam melakukan pembinaan serta pengawasan sekolah.
Ketiga unsur tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Sekolah Dasar tersebut satu sama lain terkait erat dalam suatu ikatan profesional. Oleh karena itu ketiga unsur tersebut harus bekerjasama dalam satu langkah yang harmonis sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di Sekolah Dasar.
Mengingat hal tersebut di atas maka Sistem Pembinaan Profesional (SPP) sbagaimana diatur dalam Kepmendiknas No. 079/C/Kep/I/1993, guru Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah dalam satu pla dan mekanisme yang lebih dinamis perlu digalakkan dengan dilandasi satu cita-cita maju bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini berdasarkan suatu penilaian bahwa pendidikan yang berkualitas harus ditangani oleh para pengelola pendidikan yang berkualitas.
Potensi yang ada harus di pupuk dan didorong serta dilengkapi dengan pengetahuan-pengetahuan baru agar dapat menumbuhkan sikap profesional yang makin matang, melalui suatu wadah pembinaan profesional yaitu : Kelompok Kerja Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), dan Kelompok Kerja Pengawas Sekolah (KKPS).
MATERI PEMBINAAN GUGUS SEKOLAH DASAR
I.     MANAJEMEN
1.   MANAJEMEN GUGUS
Visi dan Misi
-         Visi adalah harapan kedepan atau cita-cita yang ingin dicapai. Sedangkan misi adalah kegiatan yang dilakukan untuk mewujudkan visi.
-         Visi dan misi disusun bersama didalam lingkungan gugus yang melibatkan unsur KKG dan KKKS termasuk stakeholder dan pengawas sekolah.
-         Contoh visi dan misi
Visi :
Meningkatnya – semangat maju bersama menuju siswa unggul, Guru yang profesional serta kepala sekolah yang kreatif dan dinamis, dilingkungan gugus.
Misi :
1.     Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah dalam mengelola manajemen sekolah.
2.     Peningkatan kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran yang inovatif.
3.     Peningkatan kompetensi guru dalam menggunakan media pembelajaran yang variatif.
4.     Peningkatan aktivitas siswa menuju siswa unggul baik akademik maupun non akademik.
Selanjutnya Visi dan Misi tersebut disosialisasikan dan dilengkapi dengan berita acara pelaksanaan sosialisasi.

Penyusunan Program Kerja KKKS
Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS) berorientasi kepada peningkatan kualitas pengetahuan, dan ketrampilan atau kompetensi dari Kepala Sekolah dalam pengelolaan manejemen sekolah dan pendampingan baik akademik maupun manajerial.
Program kerja KKKS disusun secara bersama-sama, dilakukan secara berkelanjutan dan terjadwal, dipantau dan dievaluasi.
Pada garis besarnya kegiatan gugus khususnya KKKS dapat berupa kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
1)     Penularan hasil penataran / pelatihan / workshop / sosialisasi
2)     Pengembangan ide-ide baru dari anggota KKKS
3)     Pemecahan masalah kegiatan dalam pembelajaran dan manajemen sekolah.
4)     Penyusunan program Kepala Sekolah (RKS / RKTS)
5)     Penyusunan program pendampingan
6)     Diskusi, seminar dan tutorial
7)     Dll

2.   MANAJEMEN SEKOLAH
a.    Perencanaan
(Struktur, program kerja, RAPBSD, RKS) disesuaikan dengan petunjuk buku administrasi.
b.    Penyusunan program
(program kerja sekolah) dibuat catatan (notulen, berita acara) keterlibatan stakcholders dalam penyusunan program sekolah.
c.    Pelaksanaan administrasi
(kurikulum, kepegawaian, peserta didik, dan lain-lain) disiapkan sesuai dengan petunjuk administrasi.

3.   PROFIL GUGUS SEKOLAH
Kata Pengantar
Daftar Isi
Bab I : Pendahuluan
Sekilas Gugus Sekolah
Bab II : Gambaran Umum Gugus
1.     Identitas Gugus
-         Visi, misi dan tujuan
-         Nama dan alamat anggota gugus
(Peta Wilayah, Data Siswa, data Guru dan Data Komite)
-         Struktur organisasi (gugus, KKPS, KKKS dan KKG)
-         Manajemen Gugus (KKG, KKKS, KKPS)
2.     Program Realisasi : Monev dan Pelaporan
a.    Program Gugus
1.     Umum
2.     Peningkatan mutu
-         Hubungan antar sekolah dengan gugus
-         Pengembangan diri
-         Paguyuban kelas
-         Alih Informasi Sosialisasi / Workshop
-         Dll
3.     Kerja sama
-         Instansi terkait
-         Masyarakat
-         Yang lain

b.    Realisasi Program
-         Realisasi program umum
-         Realisasi program peningkatan mutu
-         Realisasi program kerjasama
c.    Monitoring dan evaluasi program
1)     Monitoring (keterlaksanaan program)
2)     Evaluasi (berdasarkan standar ukuran)
-         Hambatan
-         Solusi
-         Program yang akan datang
d.    Pelaporan
-         Bulanan
-         Semester
-         Tahunan
3.     Inovasi Gugus
-         Kerjasama untuk pembaharuan
-         Pengembangan perpustakaan
-         Pengembangan life skill
-         Upaya pengembangan prestasi
4.     Program pengembangan
-         Sarpras
-         PSM (Peran Serta Masyarakat)
-         Kualitas Pendidikan (Pakem, Lomba Akademik)

Foto-Foto Kegiatan
-         Manajemen dan tata layanan pendidikan
-         Partisipatif → melibatkan semua unsur dalam pengambilan keputusan.
-         Transparansi → penempelan program sekolah
-         Akuntabilitas → pelaporan pertanggungjawaban kepada stakeholder sekolah.
-         Active learning →
-         Guru melaksanakan kegiatan pembelajaran
-         Pajangan kelas
-         Sudut baca
-         Sudut pasar
-         Jam kejujuran
-         Dan lain-lain
-         PSM
-         Peran serta dalam pembelajaran
-         Peran komite (4 peran)

II.   KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
a.    Perencanaan
-         Penyusunan program tahunan (prota) guru
-         Penyusunan program semester (promes)
-         Penyusunan silabus lengkap (mengandung unsur caracter building)
-         Penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) mengandung 11 aspek / komponen.
b.    Pelaksanaan
Dalam pelaksanaan kegiatan pembelajaran mengandung langkah / tahap :
-         Eksplorasi (menggali pengetahuan sedalam-dalamnya)
-         Elaborasi (melaksanakan kegiatan / aktivitas)
-         Konfirmasi (penguatan)
c.    Penilaian
-         Waktu
Waktu pelaksanaan penilaian disesuaikan dengan program penilaian yang telah disusun.
-         Jenis penilaian yang diharapkan beragam / lebih dari satu jenis penilaian yang disesuaikan dengan tujuan dan indikator.
-         Portofolio
-         Kumpulan hasil karya siswa (hasil ulangan siswa) / wadah tempat kumpulan hasil karya / ulangan siswa.
-         Disesuaikan dengan indikator yang ada pada semester berjalan.

III.  SARANA PRASARANA
1.   Ruang Kepala SD
-         Luas minimum ruang kepala sekolah adalah 12 m2 dan lebar ini minimum 3 m.
-         Dapat diakses guru dan tamu dan dapat dikunci
-         Dilengkapi dengan sarana antara lain :
-         Kursi
-         Meja
-         Kursi dan meja tamu
-         Lemari
-         Papan statistik
-         Mesin komputer / laptop
-         Jam dinding, dll
2.   Ruang guru
-         Rasio minimum luas / guru adalah 4 m2 / guru dan luas minimum 32 m2
-         Mudah dicapai
-         Dilengkapi sarana
-         Kursi
-         Meja
-         Lemari
-         Papan statistik
-         Papan pengumuman
-         Tempat cuci tangan
-         Jam dinding
-         Penanda waktu
3.   Ruang Kelas
-         Jumlah minimum ruang kelas sama dengan banyak rombongan belajar
-         Luas minimum ruang kelas adalah 30 m2. Lebar minimum ruang kelas 5 m.
-         Memiliki jendela yang memungkinkan pencahayaan cukup
-         Dilengkapi dengan :
-         Kursi siswa + meja siswa
-         Kursi + meja guru
-         Lemari
-         Rak hasil karya
-         Alat peraga / media
-         Tempat cuci tangan
-         Jam dinding
4.   Ruang UKS
-         Tempat penanganan dini siswa yang mengalami gangguan kesehatan
-         Bisa digunakan ruang konseling
-         Luas minimum 12 m
-         Dilengkapi :
-         Tempat tidur
-         Lemari
-         Meja kursi
-         Catatan kesehatan siswa
-         Perlengkapan P3K
-         Tandu
-         Tensimeter
-         Termometer badan
-         Timbangan badan
-         Pengukuran tinggi badan
5.   KM / WC / Jamban
-         Minimum / WC / jamban untuk 60 siswa pria dan WC / jamban untuk 50 siswa wanita.
-         Luas minimum 1 unit adalah 2 m2
-         Tersedia air bersih
-         Dilengkapi :
-         Kloset jongkok
-         Tempat air
-         Gayung
-         Gantungan pakaian
6.   Halaman sekolah / tempat bermain siswa
-         Rasio minimum pada 3 m2 / siswa
-         Banyak siswa kurang dari 180 orang luas minimum 540 m2
-         Tidak digunakan tempat parkir
-         Dilengkapi dengan :
-         Tiang bendera
-         Peralatan bola voli / sepak bola / senam / atletik dan lain-lain
-         Pengeras suara
-         Tape recorder
7.   Tempat Ibadah
-         Luas minimum 12 m2
-         Dilengkapi :
-         Lemari
-         Perlengkapan ibadah
-         Jam dinding
8.   Ruang perpustakaan
-         Luas minimum sama dengan / ruang kelas (30 m2) minimum
-         Lebar minimum 5 m
-         Mudah dicapai

-         Dilengkapi dengan :
-         Buku pelajaran / panduan / pengayaan / referensi / sumber belajar lain.
-         Rak : buku, majalah, surat kabar
-         Meja / kursi baca
-         Lemari katalog
-         Meja multi media
-         Dan lain-lain

IV. PERAN SERTA MASYARAKAT :
a.   Program
Program kegiatan yang melibatkan SD dan masyarakat

b.   Realisasi
1.     Dokumen partisipasi masyarakat
2.     Dokumen Dana dari Masyarakat
3.     Akuntabilitas Pelaksanaan Program
a.    Pelaksanaan Program
b.    Akuntabilitas pelaksanaan program

V.   KEUNGGULAN PRESTASI DAN INOVASI GUGUS
1.   Program Keunggulan Gugus
Program yang dikembangkan di gugus yang menjadi ciri khas gugus yang membedakan dengan gugus lainnya. Misalnya pengembangan life skill.
-         Budidaya tanaman (tanaman oparbia)
-         Makanan dan minuman
-         Hasil karya inovatif
-         Dan lain-lain
Dilengkapi dengan deskripsi hasil
2.   Prestasi peserta didik, guru dari kepala sekolah
3.   Prestasi Gugus
4.   Inovasi gugus

Download terkait Gugus Sekolah: