ASESMEN SUMATIF AKHIR SEMESTER (ASAS) SD NEGERI NGAMBON I PADA SEMESTER 1
TAHUN PELAJARAN 2025/ 2026
-
Penilaian/ asesmen sumatif sendiri adalah aktivitas penilaian yang
menghasilkan nilai atau angka yang kemudian digunakan keputusan sebagai
keputusan pada...
UPTD Ngambon :
Sebagai
salah satu perwujudan kepedulian pemerintah, swasta dan komunitas masyarakat
dalam meningkatkan kualitas pendidikan, hari ini, Minggu (28/10), telah
diresmikan gerakan Indonesia Berkibar oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan,
Mohammad Nuh, di Museum Arsip Nasional, Jakarta. Bertepatan dengan peringatan
hari sumpah pemuda, gerakan ini mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk
berkontribusi dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
“Pemerintah
memberikan penghargaan dan terima kasih sebesar-besarnya kepada Gerakan
Indonesia Berkibar, karena telah membantu pemerintah dalam memajukan pendidikan
kita,” kata Mendikbud dalam sambutannya. Semakin banyak pihak yang terlibat
untuk berkontribusi, lanjut Menteri Nuh, semakin besar pula harapan menuju Indonesia
yang lebih baik.
Gerakan
Indonesia Berkibar (GIB) memiliki empat program, yaitu, program peningkatan
profesionalisme guru, program kepemimpinan pendidikan dan manajemen sekolah,
program tata kelola sekolah, dan program lanjutan. Sebagai wadah yang mengusung
kemitraan pemerintah dan swasta, GIB mempertemukan para mitra seperti korporasi
swasta, BUMN, media dan komunitas untuk berkontribusi.
Ketua
umum GIB, Shafiq Pontoh, mengatakan, GIB telah mendapat dukungan dari tujuh
pemerintah daerah, yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur,
Sumatera Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Diharapkan dukungan
dari provinsi lainnya segera didapatkan setelah peresmian ini. Dan untuk mitra,
setidaknya ada 34 institusi yang telah bergabung untuk mengalokasikan dana
tanggung jawab sosial (CSR) nya dalam gerakan ini.
Peresmian
GIB oleh Mendikbud ditandai dengan penandatanganan prasasti, yang didampingi
oleh Wakil Menteri Agama Nassaruddin Umar, dan Ketua GIB Shafiq Pontoh.
Peresmian ini dihadiri pula oleh Komite Gerakan Indonesia Berkibar, Duta Besar
Austria untuk Indonesia Andreas Karabaczek, dan sejumlah tokoh komunitas dan
seniman pendukung GIB. (AR)
Sumber : http://lpmpjatim.org/?mm=1&sm=1&rec=514
Yth.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota
di
Seluruh Indonesia
Dengan hormat
kami beritahukan bahwa salah satu program Direktorat Pembinaan Pendidik
dan Tenaga Kependidikan (Direktorat P2TK Dikmen), Direktorat Jenderal
Pendidikan Menengah adalah menyalurkan dana tunjangan bagi pendidik dan tenaga
kependidikan pendidikan menengah. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu kami
sampaikan kepada Saudara hal-hal sebagai berikut :
1. Tunjangan Profesi adalah tunjangan yang
diperuntukkan bagi guru PNS, guru yang diangkat dalam jabatan pengawas dan Guru Bukan PNS
yang diangkat oleh pemerintah daerah atau yayasan/masyarakat penyelenggara
pendidikan baik yang mengajar di sekolah negeri maupun sekolah swasta; dan
sudah memiliki sertifikat pendidik.
2. Subsidi Tunjangan Fungsional adalah
tunjangan yang diperuntukkan bagi Guru Bukan PNS pada
satuan pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau
masyarakat; dan belum mempunyai sertifikat pendidik.
3. Tunjangan khusus adalah tunjangan yang
diperuntukkan bagi guru PNS dan Bukan PNS yang bertugas di
daerah khusus yang diselenggarakan oleh pemerintah, pemerintah daerah atau
masyarakat; baik yang sudah memiliki sertifikat pendidik maupun yang belum
mempunyai sertifikat pendidik.
Untuk
mewujudkan pelaksanaan penyaluran dana tunjangan pendidik dan tenaga
kependidikan pendidikan menengah pada tahun 2013 supaya tepat waktu, tepat
sasaran dan tepat guna, maka diperlukan data penerima tunjangan yang akurat.
Sehubungan
dengan hal tersebut, sambil menunggu permendikbud, Permenkeu/PMK dan Petunjuk Teknis tentang Penyaluran Tunjangan Guru maka mohon Saudara
dapat menugaskan staf bagian ketenagaan untuk dapat melakukan pendataan semua guru dan pengawas pada
jenjang pendidikan menengah di wilayah kabupaten/kota Saudara dengan
melakukan :
1.
Perekaman data dengan menggunakan formulir yang telah
disiapkan oleh Direktorat P2TK Dikmen. Formulir tersebut akan dikirim ke dinas pendidikan
kabupaten/kota dan dapat juga diunduh di http://p2tkdikmen.kemdikbud.go.id atau https://sites.google.com/site/ptkdikmen
2. Formulir yang sudah diisi kemudian
disimpan dengan nama “NUPTK” masing-masing guru dan disampaikan dalam bentuk
softcopy (compact disc) per sekolah/instansi ke Direktorat P2TK Dikmen atau
dikirim melalui email tunjangan.ptkdikmen@gmail.com.
3. Formulir paling lambat diterima pada
tanggal 31 Oktober 2012 sebagai bahan persiapan verifikasi dan validasi data
guru penerima tunjangan oleh kabupaten/kota.
4. Setelah mengirimkan data baik berupa cd
atau dikirim lewat email, kemudian masing-masing guru memberitahukan ke
Direktorat P2TK Dikmen melalui sms dengan format REG [spasi] NUPTK (contoh :
REG 1234123412341234) kirim ke 08388 10 1000.
Apabila Saudara
memerlukan keterangan lebih lanjut, dapat mengubungi melalui telp kantor di
nomor 021 57974112 dan 021 57974108.
Demikian atas perhatian serta kerjasamanya,
kami sampaikan terimakasih.
Direktur Pembinaan PTK Dikmen
Surya Dharma, MPA, Ph.D
NIP. 19530927 197903 1 001
Sumber :
https://sites.google.com/site/ptkdikmen/home
DOWNLOAD FILE PENDATAAN BERUPA FORM EXCEL DAN PETUNJUKNYA DI BAWAH INI :
UPTD Ngambon :
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
akan melakukan Uji Kompetensi Guru (UKG) Online Tahap 2 yang berlangsung secara
bertahap mulai tanggal 2 Oktober tahun 2012. Daftar nama peserta UKG Online
yang terdiri dari guru TK, SD, SLB, SMP, SMA dan SMK yang bersertifikat
pendidik, termasuk guru yang diberi tugas tambahan sebagai kepala sekolah
dan guru yang diangkat dalam jabatan pengawas beserta Tempat Uji Kompetensi
(TUK) dapat dilihat pada halaman lain di website ukg.kemdikbud.
Guru yang menjadi Peserta UKG Online akan mendapatkan undangan resmi dari Dinas
Pendidikan Kabupaten/Kota terkait tanggal serta tempat pelaksanaan UKG Online.
JADWAL UKG GELOMBANG 2 KABUPATEN BOJONEGORO TAHUN 2012
KLIK DI BAWAH INI :
UPTD Ngambon :
Download terkait Gugus Sekolah:
Berpijak
adanya kesadaran dan keinginan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia
(SDM) maka peranan pendidikan khususnya di Sekolah Dasar perlu diperkuat dan
didukung oleh adanya tenaga yang berkualitas yaitu :
-
Guru yang berkemampuan profesional
dalam melaksanakan pembelajaran di kelas.
-
Kepala Sekolah yang berkemampuan
profesional dalam mengelola manajemen sekolah.
-
Pengawas yang berkemampuan profesional
dalam melakukan pembinaan serta pengawasan sekolah.
Ketiga
unsur tenaga pendidik dan tenaga kependidikan di Sekolah Dasar tersebut satu
sama lain terkait erat dalam suatu ikatan profesional. Oleh karena itu ketiga
unsur tersebut harus bekerjasama dalam satu langkah yang harmonis sesuai dengan
peran dan fungsi masing-masing dalam upaya peningkatan mutu pendidikan di
Sekolah Dasar.
Mengingat
hal tersebut di atas maka Sistem Pembinaan Profesional (SPP) sbagaimana diatur
dalam Kepmendiknas No. 079/C/Kep/I/1993, guru Kepala Sekolah dan Pengawas
Sekolah dalam satu pla dan mekanisme yang lebih dinamis perlu digalakkan dengan
dilandasi satu cita-cita maju bersama untuk meningkatkan mutu pendidikan. Hal
ini berdasarkan suatu penilaian bahwa pendidikan yang berkualitas harus
ditangani oleh para pengelola pendidikan yang berkualitas.
Potensi
yang ada harus di pupuk dan didorong serta dilengkapi dengan
pengetahuan-pengetahuan baru agar dapat menumbuhkan sikap profesional yang
makin matang, melalui suatu wadah pembinaan profesional yaitu : Kelompok Kerja
Guru (KKG), Kelompok Kerja Kepala Sekolah (KKKS), dan Kelompok Kerja Pengawas
Sekolah (KKPS).
MATERI
PEMBINAAN GUGUS SEKOLAH DASAR
I.
MANAJEMEN
1. MANAJEMEN GUGUS
Visi
dan Misi
-
Visi adalah harapan kedepan atau
cita-cita yang ingin dicapai. Sedangkan misi adalah kegiatan yang dilakukan
untuk mewujudkan visi.
-
Visi dan misi disusun bersama
didalam lingkungan gugus yang melibatkan unsur KKG dan KKKS termasuk stakeholder
dan pengawas sekolah.
-
Contoh visi dan misi
Visi
:
Meningkatnya
– semangat maju bersama menuju siswa unggul, Guru yang profesional serta kepala
sekolah yang kreatif dan dinamis, dilingkungan gugus.
Misi
:
1.
Peningkatan Kompetensi Kepala
Sekolah dalam mengelola manajemen sekolah.
2.
Peningkatan kompetensi guru dalam
melaksanakan pembelajaran yang inovatif.
3.
Peningkatan kompetensi guru dalam
menggunakan media pembelajaran yang variatif.
4.
Peningkatan aktivitas siswa menuju
siswa unggul baik akademik maupun non akademik.
Selanjutnya
Visi dan Misi tersebut disosialisasikan dan dilengkapi dengan berita acara
pelaksanaan sosialisasi.
Penyusunan
Program Kerja KKKS
Kelompok
Kerja Kepala Sekolah (KKKS) berorientasi kepada peningkatan kualitas
pengetahuan, dan ketrampilan atau kompetensi dari Kepala Sekolah dalam
pengelolaan manejemen sekolah dan pendampingan baik akademik maupun manajerial.
Program
kerja KKKS disusun secara bersama-sama, dilakukan secara berkelanjutan dan
terjadwal, dipantau dan dievaluasi.
Pada
garis besarnya kegiatan gugus khususnya KKKS dapat berupa kegiatan-kegiatan
sebagai berikut :
1)
Penularan hasil penataran /
pelatihan / workshop / sosialisasi
2)
Pengembangan ide-ide baru dari
anggota KKKS
3)
Pemecahan masalah kegiatan dalam
pembelajaran dan manajemen sekolah.
4)
Penyusunan program Kepala Sekolah
(RKS / RKTS)
5)
Penyusunan program pendampingan
6)
Diskusi, seminar dan tutorial
7)
Dll
2. MANAJEMEN SEKOLAH
a.
Perencanaan
(Struktur,
program kerja, RAPBSD, RKS) disesuaikan dengan petunjuk buku administrasi.
b.
Penyusunan program
(program
kerja sekolah) dibuat catatan (notulen, berita acara) keterlibatan stakcholders
dalam penyusunan program sekolah.
c.
Pelaksanaan administrasi
(kurikulum,
kepegawaian, peserta didik, dan lain-lain) disiapkan sesuai dengan petunjuk
administrasi.
3. PROFIL GUGUS SEKOLAH
Kata
Pengantar
Daftar
Isi
Bab
I : Pendahuluan
Sekilas
Gugus Sekolah
Bab
II : Gambaran Umum Gugus
1.
Identitas Gugus
-
Visi, misi dan tujuan
-
Nama dan alamat anggota gugus
(Peta
Wilayah, Data Siswa, data Guru dan Data Komite)
-
Struktur organisasi (gugus, KKPS,
KKKS dan KKG)
-
Manajemen Gugus (KKG, KKKS, KKPS)
2.
Program Realisasi : Monev dan
Pelaporan
a.
Program Gugus
1.
Umum
2.
Peningkatan mutu
-
Hubungan antar sekolah dengan gugus
-
Pengembangan diri
-
Paguyuban kelas
-
Alih Informasi Sosialisasi /
Workshop
-
Dll
3.
Kerja sama
-
Instansi terkait
-
Masyarakat
-
Yang lain
b.
Realisasi Program
-
Realisasi program umum
-
Realisasi program peningkatan mutu
-
Realisasi program kerjasama
c.
Monitoring dan evaluasi program
1)
Monitoring (keterlaksanaan program)
2)
Evaluasi (berdasarkan standar
ukuran)
-
Hambatan
-
Solusi
-
Program yang akan datang
d.
Pelaporan
-
Bulanan
-
Semester
-
Tahunan
3.
Inovasi Gugus
-
Kerjasama untuk pembaharuan
-
Pengembangan perpustakaan
-
Pengembangan life skill
-
Upaya pengembangan prestasi
4.
Program pengembangan
-
Sarpras
-
PSM (Peran Serta Masyarakat)
-
Kualitas Pendidikan (Pakem, Lomba
Akademik)
Foto-Foto Kegiatan
-
Manajemen dan tata layanan
pendidikan
-
Partisipatif → melibatkan semua
unsur dalam pengambilan keputusan.
-
Transparansi → penempelan program
sekolah
-
Akuntabilitas → pelaporan
pertanggungjawaban kepada stakeholder sekolah.
-
Active learning →
-
Guru melaksanakan kegiatan
pembelajaran
-
Pajangan kelas
-
Sudut baca
-
Sudut pasar
-
Jam kejujuran
-
Dan lain-lain
-
PSM
-
Peran serta dalam pembelajaran
-
Peran komite (4 peran)
II.
KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR
a.
Perencanaan
-
Penyusunan program tahunan (prota)
guru
-
Penyusunan program semester (promes)
-
Penyusunan silabus lengkap
(mengandung unsur caracter building)
-
Penyusunan rencana pelaksanaan
pembelajaran (RPP) mengandung 11 aspek / komponen.
b.
Pelaksanaan
Dalam
pelaksanaan kegiatan pembelajaran mengandung langkah / tahap :
-
Eksplorasi (menggali pengetahuan
sedalam-dalamnya)
-
Elaborasi (melaksanakan kegiatan /
aktivitas)
-
Konfirmasi (penguatan)
c.
Penilaian
-
Waktu
Waktu
pelaksanaan penilaian disesuaikan dengan program penilaian yang telah disusun.
-
Jenis penilaian yang diharapkan
beragam / lebih dari satu jenis penilaian yang disesuaikan dengan tujuan dan
indikator.
-
Portofolio
-
Kumpulan hasil karya siswa (hasil
ulangan siswa) / wadah tempat kumpulan hasil karya / ulangan siswa.
-
Disesuaikan dengan indikator yang
ada pada semester berjalan.
III.
SARANA PRASARANA
1. Ruang Kepala SD
-
Luas minimum ruang kepala sekolah
adalah 12 m2 dan lebar ini minimum 3 m.
-
Dapat diakses guru dan tamu dan
dapat dikunci
-
Dilengkapi dengan sarana antara lain
:
-
Kursi
-
Meja
-
Kursi dan meja tamu
-
Lemari
-
Papan statistik
-
Mesin komputer / laptop
-
Jam dinding, dll
2. Ruang guru
-
Rasio minimum luas / guru adalah 4 m2
/ guru dan luas minimum 32 m2
-
Mudah dicapai
-
Dilengkapi sarana
-
Kursi
-
Meja
-
Lemari
-
Papan statistik
-
Papan pengumuman
-
Tempat cuci tangan
-
Jam dinding
-
Penanda waktu
3. Ruang Kelas
-
Jumlah minimum ruang kelas sama
dengan banyak rombongan belajar
-
Luas minimum ruang kelas adalah 30 m2.
Lebar minimum ruang kelas 5 m.
-
Memiliki jendela yang memungkinkan
pencahayaan cukup
-
Dilengkapi dengan :
-
Kursi siswa + meja siswa
-
Kursi + meja guru
-
Lemari
-
Rak hasil karya
-
Alat peraga / media
-
Tempat cuci tangan
-
Jam dinding
4. Ruang UKS
-
Tempat penanganan dini siswa yang
mengalami gangguan kesehatan
-
Bisa digunakan ruang konseling
-
Luas minimum 12 m
-
Dilengkapi :
-
Tempat tidur
-
Lemari
-
Meja kursi
-
Catatan kesehatan siswa
-
Perlengkapan P3K
-
Tandu
-
Tensimeter
-
Termometer badan
-
Timbangan badan
-
Pengukuran tinggi badan
5. KM / WC / Jamban
-
Minimum / WC / jamban untuk 60 siswa
pria dan WC / jamban untuk 50 siswa wanita.
-
Luas minimum 1 unit adalah 2 m2
-
Tersedia air bersih
-
Dilengkapi :
-
Kloset jongkok
-
Tempat air
-
Gayung
-
Gantungan pakaian
6. Halaman sekolah / tempat
bermain siswa
-
Rasio minimum pada 3 m2 /
siswa
-
Banyak siswa kurang dari 180 orang
luas minimum 540 m2
-
Tidak digunakan tempat parkir
-
Dilengkapi dengan :
-
Tiang bendera
-
Peralatan bola voli / sepak bola /
senam / atletik dan lain-lain
-
Pengeras suara
-
Tape recorder
7. Tempat Ibadah
-
Luas minimum 12 m2
-
Dilengkapi :
-
Lemari
-
Perlengkapan ibadah
-
Jam dinding
8. Ruang perpustakaan
-
Luas minimum sama dengan / ruang
kelas (30 m2) minimum
-
Lebar minimum 5 m
-
Mudah dicapai
-
Dilengkapi dengan :
-
Buku pelajaran / panduan / pengayaan
/ referensi / sumber belajar lain.
-
Rak : buku, majalah, surat kabar
-
Meja / kursi baca
-
Lemari katalog
-
Meja multi media
-
Dan lain-lain
IV.
PERAN SERTA MASYARAKAT :
a. Program
Program
kegiatan yang melibatkan SD dan masyarakat
b. Realisasi
1.
Dokumen partisipasi masyarakat
2.
Dokumen Dana dari Masyarakat
3.
Akuntabilitas Pelaksanaan Program
a.
Pelaksanaan Program
b.
Akuntabilitas pelaksanaan program
V.
KEUNGGULAN PRESTASI DAN INOVASI GUGUS
1. Program Keunggulan Gugus
Program
yang dikembangkan di gugus yang menjadi ciri khas gugus yang membedakan dengan
gugus lainnya. Misalnya pengembangan life skill.
-
Budidaya tanaman (tanaman oparbia)
-
Makanan dan minuman
-
Hasil karya inovatif
-
Dan lain-lain
Dilengkapi
dengan deskripsi hasil
2. Prestasi peserta didik, guru
dari kepala sekolah
3. Prestasi Gugus
4. Inovasi gugus


Time in Surabaya
