Rabu, 25 April 2012

Mengenal Kamus Tesaurus


Kamus Tesaurus

Kita sudah lama mengenal kamus. Sejak kita duduk dibangku sekolah dasar sudah diperkenalkan dan mempelajari apa itu kamus dan cara menggunakan serta cara mencari kosa kata-kosa kata dalam kamus. Kamus-kamus yang sudah kita kenal adalah kamus bahasa indonesia, KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) atau pun kamus saku kecil yang kita miliki ketika masih sekolah.
Sejak dikumandangkan sebagai bahasa persatuan bangsa Indonesia, penggunaan bahasa Indonesia makin meluas ke berbagai bidang kehidupan, bahkan berpeluang menjadi bahasa ilmu pengetahuan. Peluang itu makin nyata setelah bahasa Indonesia diangkat sebagai bahasa negara (UUD 1945, Pasal 36) yang menempatkan bahasa itu sebagai bahasa resmi dalam penyelenggaraan pemerintahan dan bahasa pengantar pendidikan serta bahasa dalam pengembangan ilmu dan teknologi. Untuk itulah, diperlukan pengembangan kosakata bahasa Indonesia dalam berbagai bidang ilmu, terutama untuk kepentingan pendidikan anak bangsa.
Kekayaan kosakata suatu bahasa dapat menjadi indikasi kemajuan peradaban bangsa pemilik bahasa itu karena kosakata merupakan sarana pengungkap ilmu dan teknologi serta seni. Sejalan dengan perkembangan yang terjadi dalam kehidupan masyarakat Indonesia dari waktu ke waktu, perkembangan kosakata terus menunjukkan kemajuan. Kemajuan itu makin dipacu oleh perkembangan teknologi informasi yang mampu menerobos batas ruang dan waktu. Dalam perkembangan yang begitu cepat telah tersedia Kamus Bahasa Indonesia yang memuat kosakata bahasa Indonesia. Sebagaimana kita ketahui, kamus itu membantu pengguna bahasa dalam memahami makna kata. Sebaliknya, pengguna bahasa telah memiliki konsep, tetapi dia tidak menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan konsep itu. Nah, di situlah diperlukan tesaurus. Kini Pusat Bahasa telah mengeluarkan tesaurus bahasa Indonesia yang disusun berdasarkan penelitian dalam berbagai ranah penggunaan bahasa Indonesia. Tesaurus ini menyediakan deret kata yang memiliki makna yang sama atau mendekati kesamaan.
Penerbitan Tesaurus Bahasa Indonesia Pusat Bahasa ini dapat membantu pengguna bahasa Indonesia dalam mengungkapkan pikiran, gagasan, pengalaman, dan perasaannya ke dalam bahasa Indonesia yang tepat. Atas penerbitan Tesaurus ini saya menyampaikan terima kasih kepada para penyusun yang telah melakukan penelitian, pengolahan, dan akhirnya penyajian dalam bentuk buku ini.

PETUNJUK PEMAKAIAN
TESAURUS ALFABETIS PUSAT BAHASA

Tesaurus

Kata tesaurus berasal dari kata thesauros, bahasa Yunani, yang bermakna ‘khazanah’. Lambat laun, kata tersebut mengalami perkembangan makna, yakni ‘buku yang dijadikan sumber informasi’. Tesaurus berisi seperangkat kata yang saling bertalian maknanya. Pada dasarnya, tesaurus merupakan sarana untuk mengalihkan gagasan ke dalam sebuah kata, atau sebaliknya. Oleh karena itu, lazimnya tesaurus disusun berdasarkan gagasan atau tema. Namun, untuk memudahkan pengguna dalam pencarian kata, penyusunan tesaurus pun berkembang, kini banyak tesaurus yang dikemas berdasarkan abjad. Tesaurus dibedakan dari kamus. Di dalam kamus dapat dicari informasi tentang makna kata, sedangkan di dalam tesaurus dapat dicari kata yang akan digunakan untuk mengungkapkan gagasan pengguna. Dengan demikian, tesaurus dapat membantu penggunanya dalam mengungkapkan atau mengekspresikan gagasan sesuai dengan apa yang dimaksud. Misalnya, pencarian kata lain untuk kata hewan, pengguna tesaurus dapat mencarinya pada tema hewan.
hewan n binatang, dabat, fauna, sato, satwa
Sederet kata yang terdapat pada lema hewan tersebut menunjukkan bahwa kata tersebut bersinonim sehingga dapat saling menggantikan sesuai dengan konteksnya. Tesaurus ini berguna dalam pengajaran bahasa sehingga dapat dimanfaatkan oleh pengajar dan pelajar. Di dalam tesaurus ini, pada sebagian lema dicantumkan pula antonimnya, dengan label ant.

haram a 1 gelap (ki), ilegal, liar, pantang, sumbang, tabu, terlarang; 2 mulia, suci;
ant 1 halal
mengharamkan v melarang, memantang, mencegah, menegah, menolak;
ant menghalalkan
pengharaman n pencegahan, pelarangan, penegahan;
ant penghalalan
jaka n bujang, cowok (cak), jejaka, lajang, laki-laki, pemuda, perjaka, teruna ant dara

Kesinoniman dalam lema-lema disusun berdasarkan abjad. Lema-lema itu merupakan lema yang memiliki kesamaan makna yang berjalinan di antara kata dasar, kata turunan, dan kelompok kata atau frasa. Lema yang bersinonim digunakan tanda koma (,). Lema yang bersinonim mencakup kata-kata dari ragam baku, ragam percakapan sehari-hari, kontemporer, ataupun arkais. Di dalam tesaurus ini hanya label ragam percakapan dan kiasan yang dicantumkan, sedangkan label ragam yang lain tidak. Hal itu dilakukan agar kata-kata dapat dimanfaatkan kembali dalam percakapan sehari-hari.
Dalam tesaurus ini, hiponim dicantumkan pula karena di dalam tesaurus lazimnya memuat makna yang saling bertalian. Dengan demikian, pengguna dapat dengan mudah memperoleh kata yang tepat sesuai dengan yang dikehendaki sehingga pengguna dapat memanfaatkan kata itu untuk keperluan pragmatis.

jahit v bordir, jelujur, kelim, obras, tisik, setik, sulam, suji, tekat

Satuan leksikal bordir, jelujur, kelim, dan seterusnya merupakan hiponim dari lema jahit.

Akronim yang sudah lazim disertakan pula sebagai lema dalam tesaurus ini karena
akronim tersebut sudah menjadi hal biasa dan sering digunakan dalam komunikasi seharihari.

radar n pencari, pengesan, peninjau

Singkatan
a          adjektiva
adv      adverbia
ant       antonim
cak       cakapan
dsb       dan sebagainya
ki         kiasan
n          nomina
num    numeralia
p          partikel
pron    pronomina
v          verba

Jumat, 20 April 2012

Daftar hari penting di Indonesia


Yang tidak tercantum tanggalnya berarti setiap tahun diperingati berubah-ubah tanggalnya.
1.   
Idul Adha (Islam)
2.   
Tahun Baru Hijriyah dan Hari Santri (kalender Islam dan Jawa)
3.   
Tahun Baru Imlek (kalender Tionghoa)
4.   
Nyepi (Hindu)
5.   
6.   
Jumat Agung (Kristen)
7.   
Waisak (Buddha)
8.   
9.   
10.        
11.        
Idul Fitri (Islam)
12.        
25 Desember : Natal (Kristen)


Januari
1.   
: Tahun baru Masehi
2.   
1 Januari
3.   
4.   
: Hari Peristiwa Laut dan Samudera
5.   
: Hari Gizi dan Makanan
6.   
25 Januari
: Hari Kusta Internasional
Februari
7.   
: Hari Peristiwa Kapal Tujuh
8.   
: Hari Kavaleri
9.   
: Hari Pers Nasional
10.      
: Hari Peringatan Pembela Tanah Air (PETA)
11.      
: Hari Pekerja Nasionalrujukan?
12.      
: Hari Istiqlal
13.      
: Hari Gizi Nasional Indonesia
Maret
14.      
: Hari Kehakiman Nasional
15.      
: Hari Peringatan Serangan Umum di Yogyakarta
16.      
17.      
: Hari Wanita/Perempuan Internasional
18.      
: Hari Musik Nasional
19.      
20.      
21.      
22.      
23.      
: Hari Meteorologi Sedunia
24.      
: Hari Peringatan Bandung Lautan Api
25.      
: Hari Klub Wanita Internasional (bahasa Inggris: Women International Club Day - WIC)
26.      
: Hari Filateli Indonesia
27.      
: Hari Film Nasional
April
28.      
29.      
: Hari Nelayan Nasional
30.      
: Hari Kesehatan Internasional
31.      
: Hari Penerbangan Nasional
32.      
33.      
: Hari Zeni (?)
34.      
35.      
: Hari Peringatan Konferensi Asia Afrika
36.      
37.      
38.      
39.      
40.      
: Hari Angkutan Nasional
41.      
42.      
Mei
43.      
: Hari Peringatan Pembebasan Irian Barat
44.      
: Hari Buruh Sedunia
45.      
: Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas)
46.      
: Hari Surya
47.      
48.      
: Hari lahir Henry Dunant - bapak Palang Merah Sedunia
49.      
: Hari POM - TNI (?)
50.      
: Hari Korps Resimen Mahadjaya/ Jayakarta (Menwa Jayakarta)
51.      
: Hari Buku Nasional
52.      
53.      
: Hari Kebangkitan Nasional atau Harkitnas (sejak tahun 1908)
54.      
: Hari Peringatan Reformasi
55.      
: Hari Keluarga
56.      
: Hari Anti Tembakau Internasional
Juni
57.      
: Hari Lahir Pancasila
58.      
: Hari Anak-anak Sedunia
59.      
60.      
61.      
62.      
63.      
64.      
: Hari Ulang Tahun Kota Jakarta (sejak tahun 1507)
65.      
: Hari Bidan Nasional
66.      
: Hari Anti Narkoba Sedunia
67.      
68.      
Juli
69.      
70.      
71.      
72.      
73.      
74.      
75.      
76.      
77.      
: Hari Anak Nasional
78.      
79.      
80.      
Agustus
81.      
: Hari Dharma Wanita Nasional
82.      
: Hari Ulang Tahun ASEAN
83.      
: Hari Veteran Nasional
84.      
85.      
86.      
87.      
88.      
: Hari Konstitusi Republik Indonesia (sejak tahun 1945)
89.      
90.      
: Hari Maritim Nasional
September
91.      
: Hari Polisi Wanita (Polwan)
92.      
93.      
94.      
: Hari Olahraga Nasional
95.      
96.      
: Hari Perhubungan Nasional
97.      
98.      
99.      
100.   
101.   
: Hari Sarjana Nasional
102.   
: Hari Peringatan Gerakan 30 September 1965
Oktober
103.   
: Hari Kesaktian Pancasila
104.   
105.   
: Susu Nasional
106.   
107.   
108.   
: Hari Tata Ruang Nasional
109.   
: Hari Surat Menyurat Internasional
110.   
111.   
112.   
113.   
: Hari Pangan Sedunia
114.   
: Hari Dokter Nasional
115.   
116.   
: Hari Penerbangan Nasional
117.   
: Hari Listrik Nasional
118.   
: Hari Blogger Nasional
119.   
120.   
121.   
November
122.   
123.   
124.   
125.   
: Hari Kesehatan Nasional
126.   
: Hari Brigade Mobil (BRIMOB)
127.   
: Hari Diabetes Sedunia
128.   
129.   
130.   
Desember
131.   
: Hari AIDS Sedunia
132.   
133.   
134.   
135.   
136.   
137.   
138.   
139.   
140.   
141.   
142.   

Sumber : Wikipedia

SITUS RESMI DISDIK